Open Banking: Pengertian, Manfaat, Perkembangan, Dan Hal Yang Diperhatikan

Bagi masyarakat Indonesia, istilah mungkin masih menjadi hal baru yang masih terdengar asing. Hal ini dikarenakan istilah tersebut baru banyak dibicarakan akhir-akhir ini, utamanya di saat semua hal menjadi serba digital seperti sekarang.  Perusahaan perbankan di Indonesia mulai untuk mengembangkan fasilitas keuangan terbuka, tujuannya adalah untuk memudahkan terhubungnya nasabah kepada perusahaan fintech, start-up, dan perusahaan digital lain penyedia jasa layanan masyarakat.

Karena kemudahannya ini, semakin banyak masyarakat dan pemilik perusahaan digital lain yang mulai memanfaatkan layanan keuangan terbuka, angka minatnya pun juga semakin bertambah di Indonesia. Namun, ternyata masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memahami tentang istilah keuangan terbuka, karena kebanyakan dari masyarakat hanya sekadar menggunakan tanpa memahami lebih dalam lagi tentang seluk beluknya.

Untuk mengatasi kebingungan yang mungkin masih menghinggapi masyarakat Indonesia, maka di bawah ini akan dijabarkan tentang seluk-beluk Open Banking yang akan membuat anda semakin memahami lebih mendalam, baik pengertian, manfaat, dan bahaya yang dapat ditimbulkan.

1. Pengertian

Merupakan layanan keuangan terbuka yang menghubungkan nasabah bank dengan pihak ketiga dapat berupa fintech, start-up digital, dan perusahaan keuangan lain yang mana pihak ketiga dapat memiliki data nasabah bank tersebut tentu dengan persetujuan nasabah. Kerjasama antara perbankan dan pihak ketiga menggunakan API, adalah suatu platform tatap muka digital yang dapat langsung menghubungkan mereka berdua dalam hal kerjasama bisnis.

2. Manfaat

Ada banyak sekali manfaat yang sebenarnya dapat anda rasakan melalui pemanfaatan fiture keuangan terbuka ini, seperti

  • Memudahkan konsumen untuk terhubung ke pihak ketiga tanpa harus kesusahan
  • Meningkatkan persaingan usaha antar perusahaan digital
  • Mendorong pengembangan produk baru
  • Feedback yang di dapatkan oleh pihak penyedia layanan API, pihak ketiga, maupun nasabah.
  • Aliran pendapatan baru
  • Membuka ruang kolaborasi baru antar pengusaha yang bekerjasama dengan pihak penyedia API.

3. Perkembangan di Indonesia

BI memberikan data statistik bahwa pengguna produk keuangan terbuka jumlahnya meningkat sebanyak 30,44 % per Desember 2020 lalu dan kemungkinan akan mengalami kenaikan lagi di tahun-tahun berikutnya, sehingga memberikan banyak peluang.

4. Hal yang Diperhatikan

Jika anda menjadi pihak ketiga atau pelaku usaha yang ingin bekerja sama untuk membuka layanan keuangan terbuka dengan pihak bank, maka ada beberapa hal yang wajib anda perhatikan seperti.

  • Keamanan

Sebagai pelaku usaha anda harus memperhatikan keamanan data perusahaan, begitu pula jika anda seorang nasabah. Jangan sampai data anda bocor kepada pihak lain.

  • Efisiensi Biaya

Lihatlah berapa biaya administrasi yang harus anda bayarkan kepada pihak penyedia layanan API. Atau anda dapat menanyakan apa yang harus anda bayarkan sebagai kompensasi kerjasama.

  • Kecepatan

Anda harus mencari perusahaan keuangan yang memberikan pelayanan kepada anda dengan kecepatan tinggi, agar konsumen anda dapat menikmati kemudahan transaksi yang ada pada aplikasi anda dengan lebih cepat.

Beberapa hal di atas adalah penjelasan singkat mengenai Open Banking yang diharapkan dapat membantu anda untuk memahami lebih jelas lagi tentang sistem keuangan terbuka, sehingga anda dapat memanfaatkannya secara lebih efektif lagi.